Senin, 28 Oktober 2019

Hal-Hal Menarik Tentang Konsumsi Telur


Fakta dan Mitos Seputar Konsumsi Telur





Telur adalah salah satu bahan pangan yang paling sering dikonsumsi oleh masyarakat di Indonesia.  Hal tersebut tak terlepas dari rasanya yang enak serta harganya yang relative terjangkau.  Banyak sekali jenis telur yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, diantaranya adalah telur ayam,bebek,telur puyuh, dan telur ikan. Nah, dari beberapa jenis telur tersebut telur ayam merupakan jenis telur yang populer dan paling sering dikonsumsi sehingga dalam kehidupan sehari-hari istilah telur identik dengan telur ayam. Seperti yang kita ketahui, telur merupakan bahan pangan yang memiliki kandungan gizi yang cukup kompleks. Satu butir telur mengandung energi, protein, lemak serta vitamin A,D,E,K dan B Kompleks (Muchtadi,dkk,2016)  dan beberapa mineral seperti besi, fosfor kalsium, kalium, natrium , magnesium, tembaga, yodium, mangan, dan zink. (Almatsier,2009).

Zat gizi yang paling dominan yang terdapat pada telur adalah protein. Protein telur termasuk protein hewani yang kandungan gizinya lengkap dan mudah diserap oleh tubuh.  Kandungan protein pada 1 butir telur berkisar antara 6-7 gram. Protein yang terdapat pada telur tergolong protein kualitas tinggi. Hal itu karena protein telur mengandung semua asam amino essensial yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.  Selain protein, zat gizi yang menonjol dari telur adalah lemak dan kolesterol. Kandungan lemak pada telur berkisar antara 5-6 gram/butir. Kolesterol pada telur sebagian besar berada pada bagian kuningnya (Muchtadi,dkk, 2016). Sebagai bahan pangan yang paling sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia tentunya banyak sekali mitos dan fakta seputar konsumsi telur yang berkembang di masyarakat. Oleh karena itu berikut ini penjabaran terkait mitos/fakta seputar telur:
 

  1. Telur adalah Sumber Kolesterol Tinggi Sehingga Tidak Baik Untuk Kesehatan
MITOS: Telur memang mengandung kolesterol, terutama pada bagian kuningnya. Dalam 100 gr kuning telur itu terdapat 1,2 gr kolesterol. Namun, Kolesterol dalam jumlah yang cukup sangat diperlukan manusia karena merupakan komponen esensial membran structural semua sel dan merupakan komponen utama sel otak dan syaraf. Selain itu, kolesterol juga merupakan bahan antara pembentukan sejumlah steroid penting, seperti asam empedu, asam folat, hormon-hormon adrenal korteks, estrogen,androgen dan progesterone. (almatsier,2009). Tubuh akan mensintesis kolesterol dari zat gizi yang dikonsumsi dari makanan terutama yang berasal dari lemak jenuh,seperti telur. Perlu diingat bahwa kolesterol dan lemak jenuh tetap diperlukan tubuh terutama pada anak-anak tetapi perlu dibatasai asupannya pada orang dewasa (Kemenkes RI,2014).Pembatasan asupan kolesterol dan lemak jenuh penting dilakukan pada orang dewasa karena asupan kolesterol dan lemak jenuh dalam jumlah berlebih dapat meningkatkan resiko penyakit jantung melalui mekanisme peningkatan kadar LDL serum.  Konsumsi harian telur diperbolehkan, asal dibarengi dengan konsumsi sumber makanan yang dapat membantu mengontrol kadar kolesterol di dalam darah seperti stanol/sterol, serat larut air, serta soy protein ( Yani,2015).


  1. Proses Pengolahan Telur Berpengaruh Terhadap Kadar Kolesterolnya
FAKTA: Telur matang memiliki kolesterol yang lebih tinggi daripada telur setengah matang dengan cara goreng tanpa minyak, dengan minyak dan direbus. Hal ini disebabkan karena lama waktu pemasakan yang lebih cepat pada telur setengah matang sehingga proses oksidasi lipid terutama PUFA terjadi lebih cepat dibandingkan telur yang diolah matang. Meningkatnya kandungan kolesterol pada telur goreng matang (GM) disebabkan karena masuknya minyak sawit sebagai media untuk menggoreng ke dalam telur. Seperti dinyatakan oleh LEE et al. (2001) dalam Hardini,dkk (2006)  menyartakan bahwa selama proses menggoreng, makanan akan menyerap minyak berkisar 5 – 40%, sehingga akan meningkatkan kadar kolesterol pada telur goreng matang.  Hasil penelitian lain menunjukkan bahwa telur rebus matang maupun setengah matang (RM atau RSM) menghasilkan kadar kolesterol yang lebih rendah dibandingkan telur yang digoreng, karena tidak terjadi penambahan kolesterol dari media pemasakan dengan mengggunakan metode perebusan dengan air (Hardini,dkk,2006).







  1. Telur Mentah Lebih Banyak Mengandung Nutrisi Dibandingkan Telur Matang
MITOS: Proses memasak memang akan menghancurkan sejumlah kecil vitamin dan mineral yang terkandung dalam telur sehingga telur mentah memiliki kadar vitamin B (seperti vitamin B6 dan folat), vitamin E, kolin mineral, antioksidan lutein, dan zeaxanthin yang sedikit lebih tinggi. Namun, menurut Alissa Rumsey, MS, RD, penulis buku Three Steps to the Healthier You, perbedaan kandungan zat  gizi tersebut  antara telur mentah dan matang sangatlah kecil, sehingga kita tidak perlu mengonsumsi telur dalam keadaan mentah. Hal itu juga didukung fakta bahwa telur mentah yang tidak melalui proses pemasakan mempunyai resiko mengandung bakteri Salmonella sp yang lebih besar dibandingkan telur matang. (Pratama,2018). Rumsey memberikan perbandingan, saat kita mengonsumsi telur mentah maka tubuh akan mendapatkan 0,85 mikrogram vitamin B6 dan 146,9 miligram kolin. Saat mengonsumsi telur matang, maka kandungannya menjadi 0,072 mikrogram B6 dan 117 miligram kolin. Namun, jika membandingan jumlah protein, telur matang ternyata mengandung protein yang lebih tinggi ketimbang telur mentah. Menurut studi dalam Journal of Nutrition, tubuh hanya mampu menyerap sekitar 50 persen protein dari telur mentah, dibandingkan dengan penyerapan 91 persen protein dari telur matang. Hal itu karena proses memasak yang menggunakan suhu tinggi akan memecah struktur molekul protein dalam telur sehingga protein tersebut akan  lebih mudah dicerna oleh tubuh.(Pratama,2018).

4.      Telur Berpengaruh Terhadap Peningkatan Kecerdasan Bayi dan Balita

FAKTA: DHA ditemukan tinggi kandungannya pada telur ayam, minyak ikan dan pada ikan yang hidup di laut dalam seperti tuna, tongkoldan sardin atau pindang. Telur merupakan salah satu sumber DHA yang cukup tinggi yaitu sebesar 236 mg/100 gr telur. Secara kimia DHA adalah asam karboksalat dengan 22 rantai karbon dan 6 (cis) ikatan ganda, ikatan ganda pertama terletak pada karbon ke-3 dari akhir omega. DHA diproduksi dalam tubuh melalui jalur biosintesis senyawa precursor ALA, membentuk senyawa antara EPA dan produk akhir berupa DHA  DHA  pada telur kandungannya cukup tinggi yaitu sebesar 236 mg/100 gr telur.   Dalam suatu penelitian pada masyarakat Papua  yang berfokus pada perhatian dan daya tangkap bayi dan balita, bayi dan balita dengan asupan DHA tinggi menunjukkan perkembangan otak yang lebih matang dan performa yang lebih optimal pada ukuran perhatian dan menjadi lebih fokus perhatiannya dibandingkan dengan bayi dan balita dengan asupan DHA rendah. Asupan DHA akan  meningkatkan fungsi kerja otak melalui peningkatan jumlah sel otak secara optimal sehingga didapatkan hasil kinerja otak yang lebih optimal dalam segi konsentrasi, memori, fokus, kemampuan reasoning serta kemampuan untuk memecahkan masalah (Satriyanto,2016).


Artikel oleh Zulfahmi Syahid




Daftar Referensi:

Almatsier,Sunita. 2009. Prinsip Dasar Ilmu Gizi.Cetakan ke VII. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Hardini,Dini.dkk.2006. Perubahan Kandungan Kolesterol Telur yang Mengandung Omega-3 dan 6 Olahan dan Pengaruhnya pada Kolesterol Darah Tikus Rattus Norvegicus L. JITV. Vol. 11 No. 4

Kemenkes RI.2014. Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta: Kemenkes RI

Muchtadi,dkk.2016.Ilmu Pengetahuan Bahan Pangan.Bandung: Alfabeta

Pratama,Alfa. 2018. 7 Fakta dan Mitos Telur untuk Kesehatan, Pemicu Kolesterol Hingga Berat Badan.Grid.id.Diaksesdarihttps://www.grid.id/read/04197423/7-fakta-dan-mitos-telur-untuk kesehatan-pemicu-kolesterol-hingga-berat-badan?page=all pada tanggal 25 Oktober 2019.

Satriyanto,Audi.2017. Peningkatan Kecerdasan Masyarakat Papua Melalui
Asupan DHA Berbahan Dasar Alami. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas. Vol.11, No.01:9-18.

Yani,Muhammad.2015. Mengendalikan Kadar Kolesterol pada Hiperkolesterolemia. Jurnal Olahraga Prestasi.Vol.11,No.2:1-7



 





Selasa, 18 Juni 2019

Good Food Good Mood

 
" Makanan dapat Mempengaruhi Mood Seseorang "
Mitos Atau Fakta?

  
Zaman sekarang telah diketahui bahwa hampir semua penyakit berkaitan dengan stress. Stres adalah penyebab dari 70% hingga 90%  keadaan yang dikenal sebagai penyakit. Cara untuk menghilangkan stress (bad mood) bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. Salah satunya dengan mengonsumsi makanan. Apakah hal tersebut benar? Sebelum kita mengetahui jawabannya, kita harus mengetahui apa itu Good Food Good Mood.
         
Apa itu Good Food?
            Good food merupakan makanan yang halal dan baik (tayyib). Makanan halal bertujuan untuk memberikan kebaikan bagi konsumennnya. Sedangkan makanan baik ( Tayyib) menurut Quraish Syihab berarti lezat, menentramkan, mengundang selera, tidak kotor, tidak rusak, tidak mutannajis, dan tidak membahayakan akal dan fisik. Secara terperinci, Quraish Syihab menjelaskan bahwa makanan baik (Tayyib) adalah:
1.      Makanan  yang sehat yaitu makanan yang memiliki zat gizi cukup dan seimbang
2.      Makanan yang proporsional yaitu sesuai dengan kebutuhan konsumennya, tidak berlebih dan tidak kurang
3.      Makanan yang aman yaitu makanan yang tidak membahayakan dan tidak menimbulkan penyakit

Apa itu Good Mood?

            Mood berarti bicara masalah suasana hati. Mood artinya Keadaan emosional (sementara) yang bisa berubah-ubah. Mood mempengaruhi cara seseorang merespon rangsangan. Misalnya, mood yang tertekan cenderung merespon negatif, sedangkan mood senang cenderung merespon dengan semangat/ positif.  Mood sendiri itu ada dua yaitu, Good Mood dan Bad Mood. Seseorang yang memiliki mood  berubah-ubah dalam waktu yang singkat sering disebut dengan istilah moody.  Seseorang yang moody ada kalanya dia berada dalam good mood namun dalam waktu yang singkat dia menjadi sosok dalam keadaan bad mood.

Food And Mood

Makanan dan suasana hati saling berkaitan sebab di dalam makanan terdapat  susunan bahan kimia, nutrisi, dan hormon yang dapat mempengaruhi mood seseorang. Tubuh manusia akan merespon berbagai jenis makanan dengan cara yang berbeda.



Beberapa makanan yang dapat megembalikan good mood seseorang diantaranya:
 
  1. Cokelat
Cokelat mengandung zat tryptopan (mengurangi gejala depresi), antioksidan dan senyawa pembangkit mood tinggi. Rasa manis pada cokelat dapat meningkatkan hormon endorfin yang dapat membuat bahagia dan mengurangi homon kortisol yang menjadi penyebab stres.

  1. Es krim
Mengonsumsi es krim dapat merangsang proses terbentuknya hormon thrombotonin, dimana hormon ini berfungsi untuk menenangkan hati, mengurangi tingkat stres serta memperbaiki suasana hati (mood). Es krim juga mengandung protein, yang terdiri dari asam amino yang dapat meningkatkan kadar tirosin di otak  sehingga dapat mempengaruhi suasana hati.

  1. Ikan Salmon
Ikan salmon mengandung omega 3 yang mampu memenuhi kebutuhan lemak esensial yang dibutuhkan oleh tubuh. Lemak tak jenuh tersebut dapat memproduksi hormon peningkat suasana hati seperti hormon endorfin.

  1. Alpukat
Alpukat mengandung lemak sehat ( tak jenuh ) yang ternyata juga dapat mengurangi stress dan membuat orang yang memakannya menjadi lebih bahagia. Hal ini karena alpukat kaya akan asam folat yang bisa meningkatkan energi dan metabolisme di dalam tubuh.

  1. Pisang
Buah pisang merupakan salah satu buah yang sangat dianjurkan untuk dikonsumsi ketika suasana hati sedang tidak baik. Karena selain mengandung potassium yang dapat menambah energi, buah pisang juga mengandung zat triptofan dan asam amino esensial yang bisa meningkatkan kadar serotonin dalam tubuh, sehingga dapat memperbaiki suasana hati yang sedang dilanda bad mood.

  1. Buah Berry
Lackberry, blueberry, strawberry atau raspberry adalah salah satu buah pilihan terbaik untuk sarapan. Buah-buahan jenis berry ini mengandung anthocyanidin yang bisa mengurangi inflamasi di tubuh dan sekaligus menurunkan tingkat depresi/membantu menghilangkan stress.

  1. Almond
Almond mengandung vitamin E yang sangat baik untuk tubuh. Selain berfungsi untuk menurunkan berat  badan, almond juga berguna mengurangi tingkat depresi.

  1. Sayuran Hijau
Sayuran-sayuran berwarna hijau mengandung vitamin B yang dapat meningkatkan produksi neurotransmitter, yang mampu meredakan stress dan meningkatkan mood.

  1. Teh Hijau
The hijau kaya akan zat theanine, yakni antioksidan yang dapat mendorong produksi dopamine dan serotonin. Kedua hormon tersebut dapat membantu mengurangi stress dan membuat perasaan lebih senang

  1. Kopi
Kopi memiliki kandungan dopamine dan serotonin, yang dapat menghilangkan emosi negatif

Jadi dapat disimpulkan bahwa makanan dapat mempengaruhi atau mengembalikan mood baik seseorang. Makanan tersebut misalnya cokelat, alpukat, ikan salmon, almond, sayuran hijau dan yang lainnya. Di dalam makanan tersebut terdapat zat-zat yang dapat merangsang timbulnya hormon bahagia, seperti  hormon endorfin.





Artikel oleh Intan Dewita Putri

Daftar Pustaka
Nimpuno, Diah. 2017. Ayo Membuat Masakan dan Kue Dari Bahan Halal. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Zulham. 2018. Peran Negara Dalam Perlindungan Konsumen Muslim Terhadap Produk Halal. Jakarta Timur: Kencana.