Selasa, 18 Juni 2019

Good Food Good Mood

 
" Makanan dapat Mempengaruhi Mood Seseorang "
Mitos Atau Fakta?

  
Zaman sekarang telah diketahui bahwa hampir semua penyakit berkaitan dengan stress. Stres adalah penyebab dari 70% hingga 90%  keadaan yang dikenal sebagai penyakit. Cara untuk menghilangkan stress (bad mood) bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. Salah satunya dengan mengonsumsi makanan. Apakah hal tersebut benar? Sebelum kita mengetahui jawabannya, kita harus mengetahui apa itu Good Food Good Mood.
         
Apa itu Good Food?
            Good food merupakan makanan yang halal dan baik (tayyib). Makanan halal bertujuan untuk memberikan kebaikan bagi konsumennnya. Sedangkan makanan baik ( Tayyib) menurut Quraish Syihab berarti lezat, menentramkan, mengundang selera, tidak kotor, tidak rusak, tidak mutannajis, dan tidak membahayakan akal dan fisik. Secara terperinci, Quraish Syihab menjelaskan bahwa makanan baik (Tayyib) adalah:
1.      Makanan  yang sehat yaitu makanan yang memiliki zat gizi cukup dan seimbang
2.      Makanan yang proporsional yaitu sesuai dengan kebutuhan konsumennya, tidak berlebih dan tidak kurang
3.      Makanan yang aman yaitu makanan yang tidak membahayakan dan tidak menimbulkan penyakit

Apa itu Good Mood?

            Mood berarti bicara masalah suasana hati. Mood artinya Keadaan emosional (sementara) yang bisa berubah-ubah. Mood mempengaruhi cara seseorang merespon rangsangan. Misalnya, mood yang tertekan cenderung merespon negatif, sedangkan mood senang cenderung merespon dengan semangat/ positif.  Mood sendiri itu ada dua yaitu, Good Mood dan Bad Mood. Seseorang yang memiliki mood  berubah-ubah dalam waktu yang singkat sering disebut dengan istilah moody.  Seseorang yang moody ada kalanya dia berada dalam good mood namun dalam waktu yang singkat dia menjadi sosok dalam keadaan bad mood.

Food And Mood

Makanan dan suasana hati saling berkaitan sebab di dalam makanan terdapat  susunan bahan kimia, nutrisi, dan hormon yang dapat mempengaruhi mood seseorang. Tubuh manusia akan merespon berbagai jenis makanan dengan cara yang berbeda.



Beberapa makanan yang dapat megembalikan good mood seseorang diantaranya:
 
  1. Cokelat
Cokelat mengandung zat tryptopan (mengurangi gejala depresi), antioksidan dan senyawa pembangkit mood tinggi. Rasa manis pada cokelat dapat meningkatkan hormon endorfin yang dapat membuat bahagia dan mengurangi homon kortisol yang menjadi penyebab stres.

  1. Es krim
Mengonsumsi es krim dapat merangsang proses terbentuknya hormon thrombotonin, dimana hormon ini berfungsi untuk menenangkan hati, mengurangi tingkat stres serta memperbaiki suasana hati (mood). Es krim juga mengandung protein, yang terdiri dari asam amino yang dapat meningkatkan kadar tirosin di otak  sehingga dapat mempengaruhi suasana hati.

  1. Ikan Salmon
Ikan salmon mengandung omega 3 yang mampu memenuhi kebutuhan lemak esensial yang dibutuhkan oleh tubuh. Lemak tak jenuh tersebut dapat memproduksi hormon peningkat suasana hati seperti hormon endorfin.

  1. Alpukat
Alpukat mengandung lemak sehat ( tak jenuh ) yang ternyata juga dapat mengurangi stress dan membuat orang yang memakannya menjadi lebih bahagia. Hal ini karena alpukat kaya akan asam folat yang bisa meningkatkan energi dan metabolisme di dalam tubuh.

  1. Pisang
Buah pisang merupakan salah satu buah yang sangat dianjurkan untuk dikonsumsi ketika suasana hati sedang tidak baik. Karena selain mengandung potassium yang dapat menambah energi, buah pisang juga mengandung zat triptofan dan asam amino esensial yang bisa meningkatkan kadar serotonin dalam tubuh, sehingga dapat memperbaiki suasana hati yang sedang dilanda bad mood.

  1. Buah Berry
Lackberry, blueberry, strawberry atau raspberry adalah salah satu buah pilihan terbaik untuk sarapan. Buah-buahan jenis berry ini mengandung anthocyanidin yang bisa mengurangi inflamasi di tubuh dan sekaligus menurunkan tingkat depresi/membantu menghilangkan stress.

  1. Almond
Almond mengandung vitamin E yang sangat baik untuk tubuh. Selain berfungsi untuk menurunkan berat  badan, almond juga berguna mengurangi tingkat depresi.

  1. Sayuran Hijau
Sayuran-sayuran berwarna hijau mengandung vitamin B yang dapat meningkatkan produksi neurotransmitter, yang mampu meredakan stress dan meningkatkan mood.

  1. Teh Hijau
The hijau kaya akan zat theanine, yakni antioksidan yang dapat mendorong produksi dopamine dan serotonin. Kedua hormon tersebut dapat membantu mengurangi stress dan membuat perasaan lebih senang

  1. Kopi
Kopi memiliki kandungan dopamine dan serotonin, yang dapat menghilangkan emosi negatif

Jadi dapat disimpulkan bahwa makanan dapat mempengaruhi atau mengembalikan mood baik seseorang. Makanan tersebut misalnya cokelat, alpukat, ikan salmon, almond, sayuran hijau dan yang lainnya. Di dalam makanan tersebut terdapat zat-zat yang dapat merangsang timbulnya hormon bahagia, seperti  hormon endorfin.





Artikel oleh Intan Dewita Putri

Daftar Pustaka
Nimpuno, Diah. 2017. Ayo Membuat Masakan dan Kue Dari Bahan Halal. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Zulham. 2018. Peran Negara Dalam Perlindungan Konsumen Muslim Terhadap Produk Halal. Jakarta Timur: Kencana.

Minggu, 28 April 2019

Mengenal Lebih Jauh Seputar Vaksin


Vaksin Terbuat dari Bahan Haram dan Dapat Menyebabkan Autisme pada anak, Apakah benar?

Kesehatan adalah sebuah hal yang paling berharga yang dikaruniakan Tuhan kepada manusia. Dalam perkembangan ilmu medis untuk menangani berbagai penyakit, ditemukannya sebuah vaksin yang dapat meningkatkan sistem imun tubuh agar dapat  terlindungi dari berbagai penyakit tertentu. Namun, saat-saat ini banyak isu yang beredar mengenai vaksin yang dikatakan terbuat dari bahan haram dan juga dapat menyebabkan autisme pada anak. Sebenarnya, apakah  kedua pernyataan tersebut benar adanya ? Pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai hal tersebut. Namun, Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai haram atau tidaknya vaksin dan vaksin menjadi penyebab anak autisme, kita akan membahas terlebih dahulu tentang vaksin itu sendiri bagi tubuh .

Apa itu vaksin ?
     
     Vaksin adalah suatu zat yang merupakan suatu bentuk produk biologi yang diketahui berasal dari virus, bakteri atau dari kombinasi antara keduanya yang dilemahkan. Vaksin diberikan kepada individu yang sehat guna merangsang munculnya antibody atau kekebalan tubuh guna mencegah dari infeksi penyakit tertentu.(Depkes,2016).

       Vaksinisasi/imunisasi sangat penting dalam mempertahankan sistem imun tubuh. Sistem imun adalah Serangkaian molekul, sel, dan organ yang bekerja sama dalam mempertahankan tubuh dari serangan luar yang dapat mengakibatkan kita mengalami sakit. Sistem imun dapat merespon ancaman penyakit yang akan menyerang kita & dapat mengidentifikasi penyakit tersebut.
 
Vaksin atau tidak vaksin? Mengapa tubuh kita butuh vaksin?



Memasukkan vaksin dalam tubuh biasa kita sebut vaksinisasi/imunisasi . Imunisasi adalah suatu upaya untuk menciptakan kekebalan tubuh yang spesifik terhadap penyakit tertentu dengan mengenalkan suatu jenis virus (yang sudah terlebih dahulu dilemahkan) agar limfosit dalam tubuh menghasilkan antibody untuk melawan jenis virus tersebut. Sebenarnya, vaksin punya banyak manfaat bagi tubuh, vaksin diberikan untuk orang sehat guna merangsang antibodi dalam menangkal berbagai penyakit tertentu. Berikut ada beberapa manfaat vaksin dalam menangkal penyakit.
1.     Vaksinisasi  DPT
Vaksinisasi DPT ini dapat mencegah penyakit tetanus. Tetanus adalah suatu penyakit yang disebabkan kuman dari benda yang kotor masuk melalu luka sehingga terjadi kejang kaku otot.
2.    Vaksinisasi BCG
Vaksinisasi BCG ini untuk mencegah penyakit yang menyerang pernafasaan,salah satunya TBC . TBC disebabkan infeksi bakteri pada pernafasan.
3.    Vaksinisasi Hepatitis B
Vaksinisasi Hepatitis B ini untuk mencegah penyakit Hepatitis B
4.    Vaksinisasi polio
Vaksinisasi Polio inii untuk mencegah penyakit yang menyerang syaraf motorik dan bisa menyebabkan kelumpuhan
5.    Vaksinisasi Campak
Vaksinisasi Campak ini untuk mencegah penyakit yang dimana kondisi sekujur badan menimbulkan ruam-ruam merah yang menular karena infeksi virus
6.    Vaksinisasi Rubela
Vaksinisasi Rubella ini untuk  mencegah penyakit yang mirip campak sebenarnya namun lebih berbahaya karena bisa ditularkan oleh ibu kepada bayinya.
7.    Vaksinisasi Difteri
Vaksin ini bisa mencegah terjadinya penyakit dimana kondisi selaput lendir dan tenggorokan mengalami radang akibat infeksi bakteri.



Survei mengatakan bahwa di Indonesia sendiri sudah ada 3 jenis penyakit yang dianggap musnah karena vaksin. Hal ini dikatakan demikian karena sudah tidak dijumpai lagi ketiga penyakit tersebut.yaitu Polio (hilang pada tahun 2014), Cacar (hilang pada tahun1908), Tetanus (hilang pada tahun 2016). Namun sekarang ternyata kasus polio muncul kembali. Hal ini dikarenakan kurangnya kesadaran orang tua si anak dalam memberikan vaksinisasi dan ini ada kaitannya juga dengan kekhawatiran orang tua adanya informasi yang beredar bahwa vaksin menyebabkan autisme pada anak sehingga orang tua merasa ragu untuk memberikan vaksin kepada anaknya.

Mitos yang sedang hangat diperbincangkan saat ini adalah mengenai kehalalan vaksin yang digunakan serta apakah vaksin itu dapat menyebabkan seorang anak menderita autisme. 

   Ø  Vaksin terbuat dari bahan yang haram, apakah benar?

112 ulama dan ahli dari berbagai penjuru dunia yang membahas, menyetujui lalu menandatangi fatwa HALAL-nya gelatin yang berasal dari babi pada vaksin . Gelatin maupun tripsin yang terbuat dari bagian babi mengalami proses istihalah (transformasi) alias perubahan bentuk di mana proses akhirnya tidak lagi sama sebagaimana bentuk awalnya sehingga tidak lagi dihukumi sebagaimana babi. Sebagaimana cuka yang pembuatannya berasal dari wine (haram) dihukumi halal ketika bertransformasi secara alami sehingga karakteristiknya tidak lagi sama

Dalam hal ini, MUI menggunakan kaidah fiqh “Ad-darurah tubihu al-mahzurat” yang artinya kemudaratan mengharuskan perkara-perkara yang diharamkan, makna mengharuskan di sini membolehkan apa yang tadinya haram tidak lagi dihukumi dosa, namun justru diharuskan untuk diambil demi menghindarkan mudharat yang lebih besar (wabah).

Kaidah yang dipakai dalam hal ini adalah: Idhaa ta’aarodho dhororooni daf’u akhfahuma, jika ada dua mudharat (bahaya) saling berhadapan maka di ambil yang paling ringan. Maka tidak salah jika bapak sekretaris komisi fatwa MUI kemudian justru menjadikan hukum imunisasi ini menjadi WAJIB. (Naisyah,dewi,2018) 

   Ø  Vaksin dapat menyebabkan autisme ?

Winarno(2013) mengatakan bahwa autisme merupakan kelainan yang terjadi pada anak yang tidak mengalami perkembnagan normal, khususnya dalam hubungan dengan orang lain. Autisme ini sendiri adalah penyakit dengan gangguan perkembangan serius yang mengganggu kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi. Menurut pendapat yang sudah menjadi konsensus bersama para ahli belakangan ini mengakui bahwa autisme diakibatkan terjadi kelainan fungsi otak. Kelainan fungsi ini bisa disebabkan beberapa trauma seperti:

  • Sewaktu bayi dalam kandungan, misalnya karena keadaan keracunan kehamilan, infeksi virus rubella, dll
  • Kejadian segera setelah lahir (perinetal) seperti kekurangan oksigen(anoksia)

Beredarnya informasi yang mengatakan bahwa vaksin menyebabkan autisme pada anak, membuat para orang tua merasa khawatir dan ragu untuk memberikan vaksin pada anaknya. Sehigga hal ini akan lebih beresiko karena penyakit yang seharusnya dapat dicegah dengan vaksin itu sendiri namun malah tidak dapat tertangani karena tidak ada pemberian vaksin bagi tuh yang akan berakibat resiko yang tinggi untuk tertular penyakit. Hal yang menyebabkan isu vaksin tersebut dikatakan bisa menyebabkan autisme pada anak adalah zat pengawet buatan yang bernama thimoseral yang terkandung dalam vaksin dianggap sebagai racun yang menyerang sistem saraf pusat sehingga dapat menyebabkan anak mengalami gangguan tumbuh kembang yang serius.

Ada sebuah teori yang mengatakan bahwa Thimoseral ini senyawa etilmerkuri yang terdapat pada vaksin yang sifatnya toksik bagi sistem syaraf. Namun teori ini dipatahkan oleh perbedaan gejala yang dialami oleh penderita autisme dan anak yang keacunan merkuri, selain itu, ada sebuah penelitian lain yang menyebutkan bahwa kandungan merkuri dalam vaksin masih dibawah ambang batas dan tidak akan menyebabkan keracunan jika terdapat beberapa kasus autisme yang terjadi setelah pemberian vaksin, hal ini tidak dapat langsung disimpulkan bahwa vaksin sebagai penyebabnya. Jadi dapat disimpulkan bahwa,Selama ini belum ditemukan bukti ilmiah bahwa vaksin menyebabkan autisme dan banyak penelitian yang menyebutkan bahwa manfaat vaksinisasi jauh lebih besar daripada resiko negatif yang ditimbulkannya.
Seyogyanya Benar bahwa orang tua  ingin memilih dan memberikan yang terbaik untuk anak-anak nya. Benar bahwa orang tua ingin menjadi hamba yang taat kepada-Nya. Maka kaji ilmu dan dapatkan pemahaman,  ambillah kebaikan yang sudah Allah sediakan, lalu sandarkan ikhtiarmu kepada Allah Yang Maha Menjaga dan Memelihara setiap insan.

Artikel oleh Elviana Agustin


Daftar Pustaka
-          Winarno.2013. Autisme dan peran pangan. Penerbit: gramedia pustaka utama.jakarta, hal 1
-          Depkes.2016. Vaksin untuk pencegahan, serum untuk pengobatan. www.depkes.go.id. (akses 27 April 2019)
-          Dewi Naisyah.2018. Menjawab polemik vaksin MR. https://dewinaisyah.wordpress.com/2018/08/25/menjawab-polemik-vaksin-mr/ (akses 28 April 2019)