Senin, 18 April 2022

IBU HAMIL TERKENA DIABETES? KOK BISA?

 

              
             Hai Nutrifans!!!

  Sudah pernah mendengarkah bahwa ibu hamil bisa terkena diabetes? Apakah bisa? Kira-kira kenapa, yah? Dan jika benar, bagaimanakah cara mencegahnya? Yuk, kita simak bersama.

Sebelum kita bahas lebih jauh, alangkah baiknya Nutrifans mengetahui terlebih dahulu apa itu diabetes mellitus. Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit sindroma metabolik yang ditandai dengan peningkatan pada gula darah yang diakibatkan oleh resistensi sekresi insulin, aktivitas kerja insulin atau keduanya. Menurut PERKENI (2011), karakteristik yang dapat memperkuat diagnosa dari diabetes mellitus ialah terjadinya peningkatan kadar gula darah sewaktu ≥200 mg/dl dan gula darah puasa sebesar ≥126 mg/dl yang disertai dengan beberapa gejala yaitu poliuria, polidipsia, dan polifagia.


 

Lalu, apa itu Diabetes Mellitus Gestasional (DMG)? Diabetes mellitus gestasional ialah suatu kejadian intoleransi glukosa yang terjadi atau dapat dijumpai pada masa kehamilan pertama kali dan biasanya akan hilang setelah menjalani persalinan bayi. Pada saat fase kehamilan normal, serangkaian kejadian hormonal berkontribusi pada terjadinya resistensi insulin. Penyebab DMG belum bisa diketahui secara pasti, tetapi faktor yang sering memicu ialah perubahan hormon pada saat hamil. Pada saat hamil, plasenta hormon akan memproduksi hormon tambahan seperti hormon estrogen, Human placenta lactogen (HPL), dan hormon yang dapat meningkatkan resistansi insulin. Seiring berjalannya waktu hormon-hormon tersebut akan meningkatkan dan mempengaruhi kinerja insulin.

Hasil dari berbagai prevalensi penelitian diabetes mellitus gestasional di Indonesia yang terjadi pada populasi kehamilan umum ialah sebesar 1,9-3,6%, pada kehamilan yang terjadi di kalangan ibu yang memiliki riwayat keluarga diabetes mellitus sebesar 5,1%. Pada wanita yang pernah mengalami penyakit diabetes mellitus gestasional pada pengamatan lanjut paska persalinan ialah sekitar 40-60% akan berpotensi mengidap Toleransi Glukosa Terganggu (TGT). Beberapa penelitian melaporkan 50% ibu hamil yang terkena diabetes gestasional akan mengalami diabetes mellitus tipe 2 dikemudian hari. Diabetes mellitus gestasional berdampak pada ibu dan neonatus, sehingga deteksi dini dan diagnosis dini sangat penting untuk dilakukan.

Lalu, kira-kira dampak apa yang dapat terjadi dari diabetes gestasional? Yuk, kita simak bersama kembali.

Diabetes mellitus gestasional dapat mengakibatkan komplikasi yang signifikan dan dapat berpotensi bagi ibu dan janin termasuk terjadinya preeklamsia, eklamsi, polihidramnion, makrosomia janin, trauma kelahiran, kelahiran operatif, komplikasi metabolik, dan kematian perinatal. DMG dapat meningkatkan mordibitas neonatus, yaitu seperti terjadinya hipoglikemia, ikterus, polisitemia, dan makrosomia. Hal ini dapat terjadi dikarenakan bayi dari ibu DMG mensekresi insulin lebih besar sehingga dapat merangsang pertubuhan bayi makromsia.

Terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa olahraga, seperti senam selama kehamilan dapat menurunkan kadar glukosa pada wanita dengan DMG dan juga menunjukkan terjadinya penurunan berat badan secara keseluruhan (1-2 kg) pada wanita dengan berat badan normal, kelebihan berat badan, dan obesitas. Senam hamil juga bermanfaat untuk mengurangi risiko obesitas gestasional, diabetes gestasional, dan komplikasi yang terkait. Selain itu, senam hamil juga dapat membantu menjaga kebugaran kardiovaskular dan pengkondisian fisik yang dibutuhkan untuk persalinan, serta mencegah dan meringankan kondisi muskuloskeletal seperti nyeri punggung dan panggul. 

Cara mendapatkan gizi seimbang saat kehamilan:

·         Makanlah dengan pola gizi seimbang dan bervariasi, 1 porsi lebih banyak dari sebelum hamil.

·         Tidak ada pantangan makanan selama hamil.

 ·         Cukupi kebutuhan air minum pada saat hamil (10 gelas/hari).

 ·         Jika mual, muntah dan tidak nafsu makan, maka pilihlah makanan yang tidak berlemak dalam porsi kecil tapi sering. Seperti buah, roti, singkong, dan biskuit.

     Nah, seperti itu Nutrifans penyakit diabetes mellitus yang terjadi pada ibu hamil yang dapat kita ketahui. Untuk itu, mari kita jaga pola hidup kita dengan menerapkan pola hidup bersih serta sehat dan membatasi konsumsi gula.

References

Ayatullah, H. (2018). FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIABETES GESTASIONAL PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS DAHLIA MAKASSAR TAHUN 2017. Jurnal Kesehatan Delia Pelamonia, Vo.2 No.1 Hal.30-35.

M.kes, D. d. (2017). GIZI PADA IBU HAMIL. Yogyakarta: Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Marcherya Atika, R. A. (2018). KHASIAT SENAM HAMIL SEBAGAI TERAPI PENCEGAHAN DIABETES MELITUS GESTASIONAL. Majority, Vol.7 No.2 Hal.273- 277.

Munawaroh Madinah, H. (2020). KONFIRMASI LIMA FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PENCEGAHAN DIABETES MELLITUS PADA IBU HAMIL. Jurnal Ilmiah Kesehatan, Vol. 19 No.1 Hal. 15-23.


Kamis, 10 Maret 2022

KENAPA HARUS NASI?

 


Hai Nutrifans!!

Ngomong-ngomong tentang nasi, siapa sih yang ngga pernah denger istilah “Belum kenyang kalau belum makan nasi”. Diantara Nutrifans pasti sering banget kan denger istilah ini. Yuk Kita bahas, apa bener kalau belum makan nasi itu belum kenyang?

Seperti yang Nutrifans tau nasi berasal dari beras. Beras itu apa sih? Beras adalah salah satu bahan makanan pokok masyarakat Indonesia yang memiliki nilai energi yang tinggi dan mudah untuk disajikan. Nasi putih adalah makanan pokok hasil olahan beras yang memiliki kandungan karbohidrat, protein, lemak, dan air. Dari keempat kandungan tersebut kandungan gizi terbesar dari nasi putih adalah karbohidrat. Hal ini membuat nasi putih menjadi bahan makanan pokok bagi penduduk Indonesia.




Pada pembahasan diatas Kita sempat menyinggung karbohidrat, Nutrifans tau ngga sih apa itu karbohidrat? Karbohidrat menurut bahasa Yunani adalah sakcharon, yang artinya gula. Karbohidrat adalah salah satu zat gizi yang diperlukan oleh manusia untuk menghasilkan energi bagi tubuh. Nutrifans tau ngga sih apa manfaat dari karbohidrat itu? Karbohidrat memiliki banyak manfaat untuk tubuh manusia, diantaranya:

·       Sumber energi

Sebagian karbohidrat didalam tubuh berada dalam sirkulasi darah sebagai glukosa untuk keperluan energi segera, sebagiannya lagi disimpan sebagai glikogen dalam hati dan otot dan sebagiannya lagi diubah menjadi lemak untuk disimpan sebagai cadangan energi dalam jaringan lemak.

·       Pemberi rasa manis pada makanan

Karbohidrat adalah salah satu penyebab makanan menjadi manis, khususnya karbohidrat jenis monosakarida dan disakarida.

·       Penghemat protein

Protein akan digunakan oleh tubuh sebagai sumber energi. Jika kebutuhan karbohidrat tidak terpenuhi dalam tubuh, maka fungsi protein sebagai zat pembangun akan terkalahkan dan berpindah menjadi sumber energi bagi tubuh.

·       Pengatur metabolisme lemak

Karbohidrat dapat mencegah terjadinya oksidasi lemak yang tidak sempurna

·       Membantu pengeluaran fases

Karbohidrat dapat membantu tubuh untuk mengeluarkan fases dengan cara mengatur peristaltik usus dan memberi bentuk pada fases

·       Memberikan rasa kenyang

Karbohidrat jenis polisakarida memiliki molekul yang besar dan molekul ini dapat memberikan rasa kenyang apabila dimakan.

           WAWWW!! Ternyata karbohidrat memiliki banyak manfaat untuk tubuh manusia. Lalu bagaimana cara kita mendapatkan karbohidrat? Seperti yang sudah dijelaskan diatas, nasi putih adalah salah satu makanan yang mengandung karbohidrat, tapi ada banyak banget loh makanan yang mengandung karbohidrat, seperti jagung, kentang, gandum, dan masih banyak lagi.




            Nutrifans tau ngga sih? Ada berapa banyak kandungan gizi yang terdapat dalam 100 gram nasi putih? Dalam 100 gram nasi putih mengandung 40 gram karbohidrat, 4 gram protein, dan 175 kalori. Dalam Ilmu Gizi ada yang namanya bahan makanan penukar atau biasa disebut BMP. Jadi Nutrifans ngga perlu khawatir, Kita ngga harus makan 100 gram nasi putih aja kok untuk mendapatkan 40 gram karbohidrat, 4 gram protein, dan 175 kalori. Berikut adalah Bahan Makanan Penukar yang mengandung 40 gram karbohidrat, 4 gram protein, dan 175 kalori:

Bahan Makanan

URT

Gram

Bengkuang

2 buah besar

320 gr

Bihun

½ gelas

50 gr

Biskuit

4 buah besar

40 gr

Bubur Beras

2 gelas

400 gr

Jagung Segar

3 buah sedang

125 gr

Kentang

2 buah sedang

210 gr

Makaroni

½ gelas

50 gr

Nasi Beras Giling

¾ gelas

100 gr

Nasi Ketan Hitam

¾ gelas

100 gr

Nasi Ketan Putih

¾ gelas

100 gr

Roti Gandum

2 iris

70 gr

Singkong

1 ½ potong

120 gr

Tepung Sagu

8 sdm

50 gr

            Nah, itu Nutrifans makanan pengganti nasi putih yang bisa dengan mudah kita dapatkan. Jadi untuk Nutrifans yang merasa bosan makan nasi bisa banget nih diganti dengan salah satu bahan panukar makanan diatas. Perlu diingat yaa Nutrifans, jangan mengonsumsi makanan dengan jumlah yang berlebih, konsumsi makanan secukupnya saja dan sesuai dengan kebutuhan kalori yang terdapat ditubuh kita.


            DAFTAR PUSTAKA

Dr. Minda Azhara, M. (2016). BIOMOLEKUL SEL. Padang: UNP Press.

Hartini, V. A. (2016). DASAR ILMU GIZI KESEHATAN MASYARAKAT. Yogyakarta: Deepublish.

Luh Made Widhyasari, N. L. (2017). PENENTUAN KADAR KARBOHIDRAT PADA NASI PUTIH DALAM PROSES PEMANASAN RICE COOKER DENGAN VARIASI WAKTU. STIKes Wira Medika Bali, 115 - 125.

Muli Novianti, V. M. (2017). ANALISIS KADAR GLUKOSA PADA NASI PUTIH DAN NASI JAGUNG DENGAN MENGGUNAKAN METODE SPEKTRONIK 20. Jurnal Akademika Kimia, 107 - 112.

Waspadji, S. (2016). DAFTAR BAHAN MAKANAN PENUKAR. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

 


Rabu, 24 November 2021

Nutrition Confusion : Benarkah Produk Obat Pelangsing Efektif Menurunkan Berat Badan?

 

Beberapa negara di dunia pada dasarnya memiliki standar atau kriteria kecantikannya masing-masing, contohnya seperti wanita yang hidup di Jepang terlihat cantik ketika memiliki rambut yang hitam dan panjang, kemudian di wanita di Thailand terlihat cantik apabila memiliki leher yang panjang. Sedangkan di negara kita sendiri yaitu Indonesia seorang wanita akan dipandang cantik apabila memiliki tubuh yang langsing atau ramping. Persepsi yang ada di masyarakat bahwa harus memiliki tubuh yang ramping memanglah bukan suatu hal yang aneh ketika didengar. Mindset atau pola pikir yang dimiliki masyarakat adalah cantik itu harus memiliki tubuh yang ramping dan kurus. Hal ini memicu sebagian besar orang yang beranggapan bahwa tubuhnya yang belum ideal dan ramping untuk merubah penampilannya. Segala cara ditempuh dan dilakukan untuk memiliki postur tubuh dan fisik yang ramping. Karena penampilan merupakan sesuatu yang kerap menjadi perhatian bagi sebagian besar orang. Sayangnya untuk memiliki tubuh yang ramping beberapa orang cenderung untuk memilih cara yang instan seperti mengonsumsi obat pelangsing.

Obat pelangsing cenderung dipilih sebagai alternatif untuk mendapatkan tubuh yang ramping. Hal ini karena obat pelangsing adalah cara yang instan dan cenderung cepat untuk mendapatkan tubuh yang langsing juga ramping.

Jenis obat pelangsing yang beredar di pasaran ada dua jenis, yaitu :

1. Obat pelangsing tradisional (herbal/ natural)

2. Obat pelangsing modern (bahan kimia)


Bagaimana Sifat dan Cara Kerja Obat Pelangsing?

1. Penekan Nafsu Makan

Beberapa obat pelangsing memiliki cara kerja dengan menekan pusat lapar di otak dan mengaktifkan pusat kenyang. Hal inilah yang menyebabkan seseorang yang mengonsumsi obat pelangsing tidak nafsu makan. Asupan makan yang cenderung kurang dari biasanya akan menimbulkan efek penurunan berat badan.

2. Mempercepat Absorpsi Lemak

Obat pelansing yang dikonsumsi dapat menghambat aktivitas lipase hingga sebesar 30% lemak tidak dapat diserap oleh tubuh tetapi langsung dikeluarkan bersama feses.

3. Diuretik

Obat pelangsing yang bersifat diuretik adalah jenis obat pelagsing yang akan menimbulkan peminumnya memiliki keinginan untuk sering buang air kecil. Hal ini akan membuat berat badan turun tapi dalam tubuhnya akan mengalami kekurangan cairan karena apabila terlalu sering buang air kecil akan menyebabkan cairan tubuh yang keluar secara berlebih. Apabila dikonsumsi secara jangka panjang dapat menimbulkan gangguan ginjal.

4. Laksatif

Setipe dengan obat pelangsng yang bersifat diuretik yang memberikan efek sering buang air kecil, obat pelangsing yang bersifat laksatif akan menimbulkan keinginan untuk buang air besar bagi yang mengonsumsinya. Keinginan untuk buang air besar secara terus-menerus inilah yang akan memberikan efek terhadap penurunan berat badan.

 

Dampak Negatif Jangka Panjang dari Penggunaan Obat Pelangsing

1. Gangguan emosi

2. Hiperaktivitas

3. Sulit tidur

4. Perut kembung atau perih

5. Keletihan terus menerus

6. Mual dan muntah

7. Tubuh gemetar

8. Mengganggu kesuburan

9. Menganggu sirkulasi menstruasi

10. Gangguan ginjal dan otak

Lalu Sebenarnya Lifestyle Seperti Apa yang Diperlukan untuk Menjaga Body Shape atau Bentuk Tubuh?

·           Cek IMT

Pengecekan IMT diperlukan guna mengetahui status gizi seseorang. Apakah termasuk gizi kurang, normal, atau bahkan mengalami gizi lebih yang biasa disebut dengan obesitas. Jika kita termasuk ke dalam kategori IMT yang normal, maka hal ini perlu dipertahankan. Karena jika dalam keadaan IMT yang normal berarti kita tidak berada pada status gizi yang kurang atau lebih (obesitas). Kondisi seseorang yang mengalami obesitas dapat memicu keinginan atau obsesi untuk menurunkan berat badan. Hal yang dikhawatirkan adalah menurunkan berat badan dengan cara yang instan seperti mengonsumsi obat pelangisng yang dapat menimbulkan banyak dampak negatif bagi tubuh. penurunan berat badan bagi seseorang yang mengalami overweight atau obesitas dapat dilakukan dengan diet pengurangan kalori secara bertahap hingga mencapai IMT normal.

·           Diet Gizi Seimbang

Apabila ingin menurunkan berat badan tanpa menimbulkan dampak negatif, diet dengan gizi seimbang adalah cara yang tepat untuk dilakukan. Pengaturan porsi dan asupan makan yang dikonsumsi sangat penting untuk diperhatikan agar sesuai dengan kebutuhan tubuh. Untuk dapat mengetahui porsi makan dan asupan makan yang tepat dapat menggunakan acuan tumpeng gizi seimbang yang di dalamnya juga memuat empat pilar gizi seimbang.



Empat Pilar Gizi Seimbang:

1. Mengonsumsi beraneka ragam jenis makanan

2. Perilaku atau pola hidup bersih

3. Melakukan aktivitas fisik atau menerapkan pola hidup aktif dan olahraga

4. Mempertahankan dan memantau berat badan (BB)

·           Aktivitas Fisik Teratur

Aktivitas fisik sangat penting untuk dilakukan. Hal ini diperlukan untuk menjaga kondisi tubuh agar asupan yang masuk ke dalam tubuh sesuai dengan energi yang dikeluarkan. Keseimbangan energi sangat berpengaruh bagi tubuh untuk mencegah terhadap terjadinya obesitas. Aktivitas fisik yang dilakukan dapat dimulai dari aktivitas yang ringan hingga sedang secara teratur.

            Penggunaan obat pelangsing untuk menurunkan berat badan bukanlah suatu pilihan yang tepat. Karena disamping banyaknya efek samping dan dampak negatif yang akan ditimbulkan, obat pelangsing yang beredar di pasaran tidak semuanya aman untuk dikonsumsi janngka panjang. Ada cara lain yang dapat dilakukan untuk mendapat tubuh yang ideal, seperti menjaga porsi dan asupan makan, diet dengan gizi seimbang, dan melakukan aktivitas fisik yang teratur. Tentunya beberapa cara ini lebih aman untuk dilakukan karena tikdak menimbulkan efek samping dan berbagai dampak negatif. Sebaliknya, kita justru akan mendapatkan bentuk tubuh yang ideal dan tetap dalam kondisi yang sehat.

 

REFERENSI

 

Ajeng Anastasia Kinanti. (2017). Nekat Minum Pil Diet Demi Kurus, Ini Dampaknya Bagi Tubuh. Diakses melalui health.detik.com pada tanggal 22 Nov 2021.

Almatsier Sunita. 2004. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Lestari Handayani, Suharmiati, Didik Budijanto. (2002). Studi Tentang Jamu Pelangsing dan Beberapi Faktor yang Berpengaruh Terhadap Perubahan Berat Badan. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 5 (2): 139-147

Pritasari, dkk. 2017. Gizi dalam Daur Kehidupan. Jakarta Selatan: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia

Wina Farafinsah. (2016). Pola Konsumsi Obat Pelangsing di Kalangan Mahasiswi Fisip Universitas Airlangga Surabaya. Jurnal Universitas Airlangga Fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Diakses pada tanggal 22 November 2021.


Kamis, 18 November 2021

Kandungan dan Fakta Menarik Brokoli

 

Sayur merupakan sumber pangan yang kaya akan vitamin   dan   mineral   yang   sangat bermanfaat   bagi kesehatan,  perkembangan,  dan  pertumbuhan.  Meskipun kebutuhannya  relatif  kecil,  namun  fungsi  vitamin  dan mineral    hampir    tidak    dapatdigantikan    sehingga terpenuhinya  kebutuhan  konsumsi  zat  tersebut  menjadi esensial.    Sayur    sangat    penting    untuk    dikonsumsi terutama  bagi  anak-anak  khususnya  anak  usia  sekolah (AUS)  dasar.  Walaupun  demikian,  saat  ini  anak-anak cenderung  kurang  mengonsumsi  sayur,  padahal  sayur sangat bermanfaat sebagai sumber pemenuhan kebutuhan gizi yang baik.

Survei   melaporkan   konsumsi   sayur   pada   anak-anak kurang dari rekomendasi yang dianjurkan terutama pada sayur.  Kebiasaan  makan    yang  salah  pada  masa  anak-anak    dapat    berlanjut    dan    menjadi    bibit    masalah kesehatan   yang   serius   di   usia   dewasa.   Konsumsi makanan  yang  kurang  sehat, tinggi  kalori,  tanpa  disertai dengan  makan   sayur   dan   buah   yang   cukup   sebagai sumber    serat    dan    mineral    dapat    mengakibatkan kelebihan  berat  badan  atau  obesitas  pada  anak-anak

Ada banyak sekali jenis tanaman sayuran di Indonesia. Sayuran merupakan tanaman yang sering digunakan sebagai bahan makanan pelengkap nasi dan lauk pauk. Sayuran kaya akan serat, vitamin dan mineral, sehingga sangat cocok untuk dikonsumsi. Sayuran dapat dibagi menjadi sayuran berdaun, sayuran akar, sayuran buah, sayuran bunga, sayuran umbi-umbian, sayuran batang dan sayuran biji. Konsumsi sayuran seimbang secara teratur tidak hanya membuat tubuh lebih sehat, tetapi juga meremajakan sel-sel dalam tubuh.


Salah satunya yaitu brokoli (Brassica oleracea Var italica.) merupakan tanaman sayuran family Brassicaceae (jenis kol dengan bunga hijau) berupa tumbuhan berbatang lunak  berasal dari eropa, pertama kali ditemukan di Cyprus, Italia selatan dan Mediterania 2000 tahun yang lalu. Selain itu, brokoli  merupakan tanaman sayuran sub tropic yang banyak dibudidayakan di Eropa dan Asia, termasuk juga di Indonesia.

Brokoli mengandung beragam vitamin dan mineral penting seperti vitamin C kalsium, natrium, kalium, besi, dan selenium. Zat lain yang terkandung dalam brokoli adalah sulfur dalam bentuk glukosinolat, senyawa antidote, monoterpene, dan genestein. Begitu pula flavonoid dan serat yang terkandung juga memperkaya kandungan nutrisi dari brokoli memiliki berbagai keunggulan dibandingkan dengan sayuran lainnya. Brokoli mengandung dua senyawa fitokemikal yang berfungsi untuk meningkatkan enzim dan dapat menghancurkan karsinogenik yang merupakan penyebab terjadinya penyakit kanker. Selain itu, pada brokoli juga terdapat kandungan chromium yang berguna untuk mengatur tingkat gula darah dalam tubuh. Brokoli juga mengandung serat dan juga campuran Omega-3, beta karotan, dan juga beberapa vitamin lainnya yang berfungsi untuk menurunkan kolesterol dan juga mengatur tekanan darah.


Brokoli banyak dikonsumsi dalam bentuk olahan atau dimasak menjadi aneka sayur dan dikonsumsi dalam bentuk mentah atau segar. Brokoli juga dapat dimanfaatkan untuk diet dalam bentuk sari brokoli karena kandungan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan. Dalam pembuatan sari brokoli ini seringkali ampas sisa produksi dibuang, padahal pada ampas masih mengandung serat pangan, vitamin c dan senyawa fenolik. Dibandingkan dengan sayuran yang lain (wortel, kubis dan bayam) kandungan vitamin C  pada brokoli lebih tinggi yaitu sebesar 89,2 mg / 100 gram. Vitamin C yang terkandung dapat membantu dalam meningkatkan sistem kekebalan pada tubuh.

Brokoli menjadi salah satu bahan makanan yang merupakan sumber serat dan berindeks glikemik rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brokoli mempunyai aktivitas antihiperglikemik. Selain itu, brokoli termasuk sayuran dengan indeks glikemik yang rendah, yaitu 15. makanan yang mengandung indeks glikemik rendah dapat membantu meningkatkan pengendalian glukosa darah. Selain itu penelitian menunjukkan makanan IG rendah mampu memperbaiki sensitivitas insulin serta menurunkan laju penyerapan glukosa, sehingga bermanfaat dalam pengendalian glukosa darah pada penderita DM.

Kadar serat dalam brokoli sebesar 3,3 gram/100 gram, lebih tinggi dibandingkan wortel, selada, dan jagung. Makanan yang mengandung serat dapat meningkatkan kontrol glukosa dan secara signifikan menurunkan kadar glukosa plasma postprandial. Makanan sumber serat mempunyai indeks glikemik yang lebih rendah. Serat juga memberikan efek metabolik yang menguntungkan, di antaranya mengurangi episode hipoglikemia. Kandungan serat dan air yang terkandung di dalam brokoli hijau juga bermanfaat untuk merangsang gerakan usus dan memperlancar pencernaan. Oleh karena itu, brokoli baik dikonsumsi untuk menjaga kesehatan saluran cerna dan mencegah sembelit. selain itu, kandungan serat dan antioksidan pada brokoli hijau bermanfaat untuk menurunkan kolesterol dan mencegah pembentukan plak (aterosklerosis) di pembuluh darah. Sedangkan kalium bermanfaat untuk membantu menjaga tekanan darah dan irama jantung tetap stabil.


Pada brokoli terkandung sulforaphane, zat inilah yang memberikan rasa pahit pada brokoli. Kandungan zat ini diyakini dapat menurunkan risiko terkena penyakit kanker, seperti kanker usus besar dan kanker paru-paru. Selain itu, antioksidan di dalam brokoli  juga dapat berpengaruh dalam mengurangi peradangan. Efek ini diduga dapat menjaga kesehatan sel tubuh dan mencegahnya berubah menjadi kanker.

Brokoli juga memiliki kandungan kalsium, fosfor, dan vitamin K yang cukup tinggi. Kandungan gizi tersebut dapat   bermanfaat untuk menjaga kepadatan tulang, memperkuat tulang dan sendi, serta mencegah penyakit osteoporosis yang membuat tulang keropos.

Dengan mengetahui berbagai beragam manfaat brokoli untuk kesehatan, yuk sebaiknya mulai memasukkan sayuran hijau ini ke dalam menu harian agar asupan gizi terpenuhi dengan menerapkan gizi seimbang dalam kehidupan kita sehari - hari.



Daftar Pustaka:

Aini N. Sumber serat yang bermanfaat. Kulinologi Indonesia. 2011. Vol (3).p.12-7

Ayu, Nectaria. 2015. Green Smoothies. Jakarta Selatan: F. Media.

Guillain  BL,  Jones  L,  Oliveira  A,  Moschonis  G,  Beteko A, Lopes C, Moreira P, Manios Y, Papadopoulos NG,  &  Emmett  P et  al. 2013.  The  influence  of early  feeding  practices  on  fruit  and  vegetable intake  among  preschool  children  in  4  European birth  cohorts1-3.  American  Journal  of  Clinical Nutrition, doi:10.3945/ajcn.112.057026

Sunardi, Yohanes. 2015. Sehat Dengan Juice. Yogyakarta: ANDI.

Sudarminto. 2015. Peluang Usaha Tani Brokoli (Prospek, Khasiat, dan Panduan Budaya).Yogyakarta. Pustakan Baru Press

Putri, Hertisa Kusuma. 2012. Uji Organoleptik Formulasi Cookies Kaya Gizi Sebagai Makanan Tambahan dalam Upaya Penanggulangan Anemia pada Ibu Hamil di Rangkapan Jaya Depok 2011. [Skripsi]. Depok: Univeristas Indonesia.

Yolandika, Clara Rita Nurmalina dan Suharno. 2017. Analisis Nilai Tambah Brokoli Kemasan CV. Yans’s Fruits and Vegetable. JoFSA. Vol.1, No.1

Yuliana D, Nurdiana, Utami YW. 2012. Pengaruh Pemberian Jus Brokoli (Brassica oleracea L. Var. italica) terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Tikus Putih (Rattus norvegicus strain wistar) Model Diabetes Mellitus.