Sabtu, 16 Juli 2022

MENGENAL SELECTIVE EATING DISORDER (SED) DAN CARA MENGATASINYA


Apa Itu Selective Eating Disorder?


Terdapat beberapa gangguan perilaku makan atau dikenal juga dengan selective eating disorder yang kerap terjadi yakni Anoreksi nervosa, Bulimia Nervosa, dan Binge Eating Disorder. Anoreksia nervosa merupakan salah satu gangguan makan yang mengakibatkan seseorang terobsesi untuk memiliki tubuh kurus. Anoreksia nervosa yakni terganggunya pusat mafsu makan yang bertubuh kurus kering dan terlalu takut jika berat badannya bertambah serta tidak pernah puas terhadap bentuk tubuhnya. Penderita anoreksia nervosa membiarkan dirinya merasa lapar agar tetap terlihat memiliki tubuh langsing. Ciri-ciri gangguan anoreksia nervosa yakni mempunyai berat badan kurang dari 85% dibandingkan orang normal karena pembatasan makan berlebihan. Gejala utama anoreksia nervosa, yaitu usaha terlalu keras untuk menurunkan berat badan dan biasanya disebabkan oleh kurangnya kepedulian dan pengetahuan terhadap keseimbangan gizi pada tubuh. Orang-orang yang menderita hal ini kebanyakan dari kalangan remaja yang terobsesi kurus agar dianggap cantik dalam media massa. Kecenderungan perilaku anoreksia nervosa akan bertambah seiring dengan maraknya iklan-iklan di majalah atau media massa yang menampilkan model bertubuh kurus.

Salah satu gangguan makan lainnya yang kerap terjadi yakni Bulimia Nervosa, salah satu gangguan perilaku makan dengan mengontrol berat badan secara berlebihan yang ditandai dengan mengonsumsi makanan dalam porsi besar dan berulang yang kemudian dimuntahkan kembali, atau menggunakan obat pencahar, berpuasa, atau berolahraga secara berlebihan (National Institute of Mental Health (NIMH), 2007). Penderita bulimia nervosa sering membuat dirinya muntah, puasa, penggunaan laksatif, diuretik, enema, dan penggunaan obat pencahar.

Binge eating disorder merupakan penyimpangan perilaku makan dengan ciri-ciri penderitanya sering makan dalam jumlah besar dan merasa kesulitan untuk menahan dorongan makan. Setelah penderita makan, dia merasa bersalah, depresi, dan kesal karena perilaku makannya tersebut. Binge eating disorder berpotensi menimbulkan penyakit kembung, sembelit, obesitas, diabetes, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi. Seseorang dikatakan menderita binge eating disorder jika gejala-gejala di atas muncul setidaknya 1 kali per minggu, dalam 3 bulan.


Bagaimana Prevalensi di Indonesia?

Prevalensi Anorexia Nervosa dan Bulimia Nervosa menurut The American Journal of Clinical Nutrition 2019 sebesar 7,8%. Lebih dari 5% anak perempuan memenuhi kriteria untuk anoreksia, bulimia, atau gangguan makan berlebihan.Lebih dari 13% anak perempuan pernah mengalami gangguan makan saat menyertakan gejala gangguan makan nonspesifik. Prevalensi penderita Binge Eating Disorder (BED) secara global adalah sebanyak 4%, yang diantaranya didapati 3,5% perempuandan 2% laki-laki. Sekitar 25% kasus BED terjadi pada individu dengan berat badan lebih (overweight). Prevalensi BED di Indonesia sekitar 1,6 juta dari total penduduk.


Apa saja Gejala- Gejala yang Dapat Terjadi?

Anorexia Nervosa

1.   Gejala yang predominan adalah ketakutan yang sangat akan kenaikan berat badan, sampai terjadi phobia terhadap makanan. Ketakutan terhadap makanan disertai dengan penyalahartian dari body image; banyak pasien merasa diri mereka sangat gendut, walaupun sebenarnya mereka sangat kurus.

2.  Banyak penderita anoreksia nervosa mempunyai obsessive compulsive behavior, misalnya mereka sering sekali mencuci tangan berulang-ulang, pasien cenderung kaku, dan perfeksionis yang mengarahkan pada diagnosis gangguan kepribadian, seperti narcissisme, atau riwayat gangguan kepribadian.

3.      Penyesuaian seksual yang buruk

4.  Penderita anoreksia nervosa biasanya menunjukan perilaku yang aneh tentang makanan, seperti menyembunyikan makanan, membawa makanan dalam kantong, saat makan mereka membuang makanan, memotong makanan menjadi potongan kecil-kecil.

5.       Gangguan tidur dan gangguan depresi pada umumnya.

6.       Muntah yang dipaksakan

7.       Biasanya aktifitas dan program olah raga yang berlebihan.


Bulimia Nervosa

Gangguan mood adalah sering pada pasien dengan BN. Kecemasan (anxiety) dan tegang (tension) sering dialami. Kebanyakan pasien dengan BN mengalami depresi ringan dana sesetengah mengalami gangguan mood dan perilaku yang serius seperti cobaan membunuh diri dan penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan terlarang.


Binge eating disorder

1.     Perilaku makanan Secretive, termasuk makan diam-diam (misalnya, makan sendirian atau di dalam mobil, bersembunyi pembungkus) dan mencuri, bersembunyi, atau penimbunan makanan.

2.    Gangguan dalam perilaku makan normal, termasuk makan sepanjang hari dengan tidak ada waktu makan direncanakan; melewatkan makan atau mengambil porsi kecil makanan saat makan teratur; terlibat dalam puasa sporadis atau diet berulang dan mengembangkan ritual makanan (misalnya, hanya makan makanan atau makanan kelompok tertentu (misalnya, bumbu), mengunyah berlebihan, tidak membiarkan makanan menyentuh).

3.   Dapat melibatkan pembatasan ekstrim dan kekakuan dengan makanan dan diet periodik dan/atau puasa.

4.    Memiliki periode yang tidak terkendali, impulsif, atau terus-menerus makan di luar titik perasaan tidak nyaman penuh, tetapi tidak membersihkan.

5.       Membuat jadwal gaya hidup atau ritual untuk membuat waktu untuk sesi pesta.


 

Apa Saja Faktor yang Dapat Mempengaruhi Terjadinya Gangguan Makan?

Seperti dalam berbagai psikopatologi lain, satu faktor tunggal tidak mungkin menjadi penyebabmgangguan makan. Menurut Davison dkk (2010) beberapa bidang penelitian dewasa ini-genetik, peran otak, tekanan sosiokultural untuk menjadi langsing, kepribadian, peran keluarga dan peran stress lingkungan-menunjukkan bahwa gangguan makan terjadi bila beberapa faktor yang berpengaruh terjadi dalam kehidupan seseorang. Beberapa para ahli menyatakan bahwa gangguan makan dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah:

1.   Genetik, berdasarkan penelitian yang dilakukan pada kelompok kembar identik dan kembar yang tidak identik. Secara umum penelitian ini menunjukkan bahwa kelompok kembar identic memiliki insiden mengalami gangguan makan yang lebih tinggi daripada mereka yang kembar identik. Diperkirakan hal ini terjadi karena kembar identik memiliki DNA yang sama (Wardlaw, 2002 dalam Syafiq dan Tantiani, 2013).

2.    Usia, WHO (2012) menyebutkan batasan usia remaja adalah 10-19 tahun. Pada masa remaja juga merupakan sebuah fase usia yang rentan untuk mengalami gangguan makan. Gangguan makan sering terjadi pada usia remaja dikarenakan jumlah stressor yang sangat fantastis yang dihadapi pada usia tersebut terutama pada remaja putri.

3.   Jenis Kelamin, penderita gangguan makan lebih banyak terjadi pada perempuan dimana 9 dari 10 penderita anorexia nervosa dan bulimia nervosa adalah perempuan. Kemungkinan hal tersebut terjadi karena lebih tingginya tuntutan masyarakat terhadap perempuan untuk menjadi kurus.Baru pada beberapa tahun belakangan ini pria penderita gangguan makan mulai mendapat perhatian.

4.    Pengetahuan, tingkat pengetahuan tentang kesehatan dan nilai kesehatan pribadi secara tidak langsung berpengaruh terhadap terjadinya gangguan makan. Pengetahuan tentang kesehatan yang dimiliki seseorang akan mempengaruhi gaya hidup nya dan secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap perilaku makan seseorang tersebut.

5.    Rasa percaya diri, kepercayaan diri yang rendah dan perfeksionis akan menyebabkan seseorang melakukan tindakan yang mengarah pada gangguan makan. Gangguan makan akan meningkatkan rasa kerapuhan pada diri penderita sehingga akan menyebabkan makin turunnya rasa percaya diri dan meningkatnya keperfeksionisan penderita. Hal tersebut akan terus berulang dan menghasilkan suatu siklus yang terus-menerus terjadi.

6.  Citra tubuh, merupakan sebuah istilah yang mengacu kepada persepsi seseorang mengenai bentuk dan tampilan fisik tubuhnya. Penampilan fisik yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan remaja, dapat menyebabkan remaja tidak puas terhadap tubuhnya sendiri. Berbagai studi menemukan bahwa IMT tinggi dan ketidakpuasan dengan bentuk tubuh merupakan faktor risiko terjadinya gangguan makan.

7.    Riwayat Diet, diet merupakan salah satu faktor risiko terjadinya gangguan makan yang paling berisiko. Dalam studi case control yang dilakukan oleh Fairburn et al., (1999) dilaporkan bahwa riwayat diet berpengaruh terhadap terjadinya gangguan makan yang dilakukan pada 67 wanita dengan anorexia nervosa dan 102 wanita dengan bulimia nervosa. Hasil menunjukkan bahwa perilaku diet lebih berpengaruh terhadap kejadian bulimia nervosa dibandingkan anorexia nervosa.

8.   Pengaruh keluarga, pengaruh keluarga dan pendekatan orang tua kepada anak merupakan salah satu penyebab terjadinya gangguan makan. Dimana orang tua yang selalu menekan anak mereka agar memiliki bentuk tubuh yang sesuai dengan keinginan mereka dapat menjadi faktor risiko terjadinya gangguan makan pada anak tersebut.

9.   Pengaruh teman sebaya, gaya hidup dan pola pikir remaja sangat dipegaruhi oleh teman sebaya nya. Namun ketidaksamaan dengan teman dalam berbagai hal termasuk perbedaan fisik dikhawatirkan menyebabkan dirinya terkucil dan merusak percaya diri.

10. Bullying, Fairburn (1998) menyebutkan bahwa remaja perempuan yang pernah mengalami bullying oleh teman sebayanya berisiko 5,5 kali untuk menderita gangguan makan dibandingkan dengan remaja yang tidak pernah mengalami bullying oleh teman sebayanya.

 

Lalu, Bagaimana Upaya Preventif atau Pencegahan yang dapat Dilakukan?


1.     Psikoedukasi, merupakan suatu bentuk intervensi yang dapat dilakukan pada individu, keluarga, dan kelompok atau komunitas yang fokus pada  mendidik partisipannya mengenai tantangan yang signifikan dalam kehidupan, membantu partisipan mengembangkan sumber-sumber dukungan dan dukungan sosial dalam menghadapi tantangan-tantangan tersebut, serta mengembangkan keterampilan-keterampilan individu dalam menghadapi atau mengatasi permasalahannya (Walsh, 2010).

2.   Mendefinisikan kembali terkait standar penampilan ideal, pada hal ini kita bisa memberitahukan kepada penderita bahwa mereka tidak harus mengikuti penampilan dari para idolanya. Kita juga harus menyampaikan bahwasanya mereka tidak boleh membandingkan antara tubuh dia dengan orang lain, yang artinya mereka harus mencintai diri sendiri. Hal ini akan membentuk persepsi positif pada bentuk tubuh dia dan mencegah terjadinya eating disorder.

3.   Memberikan motivasi untuk melakukan rutinitas olahraga, untuk mendapatkan tubuh yang lebih segar bugar maka selain kita harus mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, kita juga harus mendukungnya dengan melakukan aktifitas olahraga yang teratur. Anak-anak pada masa sekarang sering menganggap bahwa tujuan utama dari melakukan olahraga yaitu untuk membuat badan menjadi lebih ramping. Akan tetapi, kita harus memberikan pengertian bahwasanya olahraga merupakan sebuah aktifitas yang dilakukan untuk menjaga stamina tubuh. Maka dari itu, mereka akan terhindar dari rasa insecure terhadap bentuk tubuhnya dan dapat mencegah terjadinya eating disorder.

4.    Mengurangi stres dan meningkatkan rasa percaya diri, psikologis merupakan salah satu penyebab munculnya eating disorder. Hal ini di dorong dengan beberapa hal yaitu ketidakmampuan penderita untuk melihat dirinya secara positif, serta tidak mampu menerima pendapat orang lain mengenai dirinya. Untuk itu, kita dapat mencegah nya dengan mengurangi stress nya serta meningkatkan rasa percaya pada dirinya sendiri.







DAFTAR PUSTAKA

Azzahara, N. F., & Dhanny, D. R. (2021). Hubungan Psikososial dan Status Gizi pada Remaja Wanita dengan Anoreksia Nervosa. Muhammadiyah Journal of Midwifery, 1-9.

Bella, A. (2022, Januari 26). Binge Eating Disorder: Tanda-Tanda, Penyebab, dan Penanganan. Diambil kembali dari ALODOKTER: https://www.alodokter.com/binge-eating-disorder-tanda-tanda-penyebab-dan-penanganan

Eko Praptomo, P. (2009, Juli 1). Hubungan Antara Penerimaan Diri dengan Kecenderungan Anoreksia Nervosa Pada Model. Diambil kembali dari Universitas Muhammadiyah Surakarta Institutional Repository: http://eprints.ums.ac.id/5982/

Krisniani, H., Santoso, M. B., & Putri, D. (2017). Gangguan Makan Anorexia Nervosa dan Bulimia Nervosa Pada Remaja. Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat, 399-407.

Nasution, S. W., Hasibuan, N. A., & Ramadhani, P. (2017). Sistem Pakar Diagnosa Anoreksia Nervosa Menerapkan Metode Case Based Reasoning. KOMIK (Konferensi Nasional Teknologi Informasi dan Komputer), 52-56.

Sharin, T. R. (2021). Waspada Eating Disorder pada Remaja dan Ketahui Cara Mencegahnya. Lovelife daily.

Walsh, J. (2010). Psychoeducation in Mental Health. Chicago: Lyceum books, Inc.

Kamis, 23 Juni 2022

KEISTIMEWAAN KURMA

 


            Kurma Itu Apa Sih?

Kurma (Phoenix dactylifera) tanaman palma (Arecaceae), buahnya dapat dimakan, dan merupakan sumber makanan yang penting di negara-negara Timur Tengah dan Afrika Utara. Kurma mengandung karbohidrat yang tinggi sekitar 77,34 - 84,45%, tergantung varietas (Al-Farsi et al., 2007), dan beberapa mineral penting seperti besi, kalium, kalsium, magnesium, mangan, natrium, tembaga, dan seng (Chaira et al.,2007). Buah kurma kaya dengan zat antioksidan yang dapat membantu dalam menurunkan resiko kanker dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh (Yasin et al., 2015).

            Apa Keistimewaan Kurma?

Kurma mendapat posisi istimewa di hati para muslimin. Kurma dianggap sebagai makanan yang baik juga dinasihatkan dan dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW. dalam banyak hadis, Nabi Muhammad SAW. menobatkan buah kurma sebagai makanan pembuka puasa dan makanan yang banyak khasiatnyanya (Satuha, 2014).

            Rasulullah SAW. bersabda yang artinya: “Barangsiapa mengkonsumsi tujuh butir kurma Ajwah pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun maupun sihir” (HR. Muslim).

            Apa Saja Manfaat dari Kurma?

Manfaat dan khasiat kurma ditinjau dari sudut pandang medis menguatkan khabar Al-Qur’an Al-Karim dan Al-Sunnah Al-Shahihah tentang khasiat dan keutamaan kurma. Berikut manfaat kurma yang berfungsi untuk menguatkan sel-sel usus dan dapat membantu melancarkan saluran kencing karena mengandung serabut-serabut yang bertugas mengontrol laju gerak usus dan menguatkan rahim terutama ketika melahirkan. Ternyata hampir semua dari kurma boleh diambil manfaat bermula dari pangkal hingga batang. Kurma dapat menjadi obat untuk berbagai penyakit karena nilai gizi, mineral, zat besi, dan lain-lain yang terdapat di dalamnya merangkumi semua kebutuhan badan. Kemukjizatan Al-Qur’an yang menerangkan kepada kita akan betapa baiknya kurma itu sesuai dengan kandungan yang diperolehi darinya (Syamil, 2013).

            Menurut Najamuddin dalam bukunya “Mukjizat Makanan & Minuman Kesukaan Rasulullah,” setelah diteliti lebih jauh ihwal kurma tersebut, ternyata jumlah tujuh kurma itu, bila ditimbang, memiliki berat sekitar 100 gram. Dalam 100 gram kurma tersebut, terkandung beberapa zat, yaitu:

1. Gula: 75,00 gram

2. Serat selulosa: 4,00 gram

3. Air: 22,50 gram

4. Protein: 2,50 gram

5. Lemak : 2,50 gram

6. Vitamin A : 60 IU

7. Vitamin B-1 : 0,08 miligram

8. Vitamin B-2 : 0,05 miligram

Kurma dapat menyembuhkan dan mencegah beberapa penyakit, diantaranya yaitu:

·       Mencegah struk dan serangan jantung. Biji kurma adalah asam salisilat yang pada umumnya digunakan sebagai bahan baku aspirin. Asam salisilat ini berguna untuk mencegah proses terjadinya pembekuan darah.

·       Mempercepat penyembuhan demam berdarah.

·       Mencegah pendarahan rahim. Kurma juga dapat mencegah pendarahan rahim sebab kurma mengandung nikotinat dan hormon potuchasin.

·       Membuat otak menjadi encer dan menyuplai kebutuhan energi saat berpuasa. Vitamin A dalam kurma dapat menyuplai bahan-bahan yang diperlukan oleh otak. Seperti yang telah disebutkan oleh ibnu Qayyim, “Sesungguhnya tamar  rutab dapat menambahkan kecerdasan terutama jika dimakan dengan biji buah cemara.”

·       Melindungi kulit dari infeksi. Kurma juga bermanfaat untuk melindungi kesehatan kulit. Kurma mengandung Vitamin B6 dan protein yang dapat   berfungsi mencegah dermatitis dan membuat warna kulit kelihatan lebih segar.

 


DAFTAR PUSTAKA

Al-Farsi, M., Alasalvar, C., Al-Abid, M.,Al-Shoaily, K., Al-Amry, M., & AlRawahy, F. (2007). Compositional and functional characteristics of dates, syrups, and their by-products. Food Chemistry, 104(3), 943–947.

Chaira, N., Ferchichi, A., Mrabet, A., & Sghairoun, M. (2007). Chemical composition of the flesh and the pit of date palm fruit and radical scavenging activity of their extracts.

Satuha, S. (2014). Hadis Kurma. In Universitas Islam Negri Sunan Djati Bandung.

Yasin, B. R., El-Fawal, H. A. N., & Mousa,S. A. (2015). Date (Phoenix dactylifera) polyphenolics and other bioactive compounds: A traditional islamic remedy’s potential in prevention of cell damage, cancer therapeutics and beyond. International Journal     of Molecular Sciences, 16(12), 30075–30090.  

Syamil, A. (2013). Keistimewaan Kurma dalam Al-Qur’an Ditinjau dari Perspektif Ilmu Kesehatan, Skripsi.

Sabtu, 11 Juni 2022

TIPS POLA MAKAN BERBUKA DAN SAHUR AGAR GIZI TETAP SEIMBANG

 


Puasa adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari dengan niat puasa (Abdul Wahid, Ramli, 2017). Rasulullah SAW. pernah bersabda, “Berpuasalah, maka kamu akan sehat.” (HR. Tabrani). Tak hanya sebuah kewajiban yang harus dipenuhi, ternyata puasa juga memliki banyak manfaat bagi tubuh kita.

Menurut Ruchika Midhas, ahli gizi dan diet, “Puasa ramadan bukan hanya menggunakan cadangan lemak seseorang yang menjalaninya, namun juga membersihkan tubuh dari racun-racun yang berbahaya, yang mungkin itu terdapat pada timbunan lemak.”

      Lalu, Bagaimana Tips Pola Makan saat Bulan Puasa ?

    Saat bulan puasa, tubuh tetap memerlukan asupan gizi yang sama seperti biasanya, yaitu dengan menerapkan pola gizi seimbang serta air putih yang cukup. Lalu, bagaimana tips pola makan yang baik dibulan puasa? Cara tepat untuk mengatur pola konsumsi adalah sesuai dengan proporsi sahur sebanyak 800 kalori, berbuka puasa sebanyak 800 kalori, dan mencicipi kudapan usai tarawih sebanyak 400 kalori.

     Aturan saat Sahur

    Dalam hadits disebutkan, “Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari Muslim). Tubuh memerlukan zat gizi makro maupun mikro. Pilih makanan dengan tinggi protein, cukup lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Pilih juga makanan tinggi serat, seperti sayuran dan buah-buahan yang diutamakan lebih banyak. Ketika sahur, kebutuhan cairan juga harus tepenuhi, yaitu cukup dengan 2 gelas air putih. 

     Aturan saat Berbuka

    Buka puasa harus dimulai dengan konsumsi air untuk mengatasi dehidrasi akibat puasa. Hendaknya makan secara bertahap saat berbuka dan hindari langsung makan dalam porsi besar karena dikhawatirkan dapat meningkatkan produksi insulin yang dapat berbahaya bagi tubuh.

    Saat berbuka, tubuh memerlukan makanan dengan unsur lengkap, seperti karbohidrat yang didapat dari nasi, protein yang di dapat dari tahu, tempe, dan ikan, serta vitamin dan mineral yang bisa di dapat dari sayur dan buah-buahan. Sama halnya seperti sahur, porsi sayuran harus lebih banyak.

    Asupan Air

    Secara umum tubuh memerlukan 1,5-2 liter air per hari. Tubuh akan cenderung mengalami dehidrasi saat berpuasa karena tidak bisa minum seperti biasanya. Kebutuhan cairan harus tetap terpenuhi, apalagi kalau kita beraktivitas di tempat yang terik dan banyak mengeluarkan keringat.

     Gizi Seimbang Menurut Al-Quran

    Salah satu pilar pedoman gizi seimbang adalah mengkonsumsi makanan yang beranekaragam yang bersumber dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Ternyata, Al-Qur'an sudah terlebih dahulu mengkaji tentang prinsip gizi seimbang tersebut. “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi.” (Q.S. Al-Baqarah 168).

    “Lalu di sana kami tumbuhkan biji-bijian [27] dan anggur dan sayur-sayuran [28] dan zaitun dan pohon kurma [29] dan kebun-kebun (yang) rindang [30] dan buah-buahan serta rerumputan [31].” (Q.S Abasa 27-31).

    Dalam ayat diatas, terbukti bahwa Allah benar-benar telah mengatur bagaimana cara hidup kita termasuk bagaimana kita dalam mengkonsumsi makanan.

     Anjuran untuk Berolahraga

    Rasulullah SAW bersabda, “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih disukai Allah daripada mukmin yang lemah. Pada masing-masing memang terdapat kebaikan. Capailah dengan sungguh-sungguh apa yang berguna bagimu, mohonlah pertolongan kepada Allah Azza awa Jalla dan janganlah kamu menjadi orang yang lemah.” (HR. Muslim).

    Dalam hadits diatas dapat dimaknai bahwa tingkat keimanan memang tidak dilihat dari postur dan kekuatan tubuh. Akan tetapi, orang yang berbadan sehat dan bugar akan lebih mudah melaksanakan berbagai aktivitas dan ibadah.



DAFTAR PUSTAKA

Ariacita, Vitta Galih S.Gz. 2021. Nutrisi Seimbang Saat Puasa Ramadhan. https://www.rspaw.or.id/artikel/nutrisi-seimbang-saat-puasa-ramadhan.htm. (Diakses 20 Mei 2022).

Farhani, Nadia. 2019. Gizi Seimbang dalam Perspektif Islam. https://duta.co/gizi-seimbang-dalam-perspektif-islam#:~:text=Sesungguhnya%20Allah%20tidak%20menyukai%20orang,disebut%20dengan%20prinsip%20gizi%20seimbang. (Diakses 21 Mei 2022).

Rahadiyanti, Ayu. 2021. Tips Memenuhi Asupan Gizi Selama Puasa Ramadhan. Blog Ahli Gizi ID. https://ahligizi.id/blog/2021/04/12/tips-memenuhi-asupan-gizi-selama-puasa-ramadhan/.  (Diakses 20 Mei 2022).

Sekarwati, Suci. 2022. Manfaat Puasa Ramadan Versi Ahli Gizi. Tempo.Co. https://ramadan.tempo.co/read/1578903/manfaat-puasa-ramadan-versi-ahli-gizi. (Diakses 20 Mei 2022).

Minggu, 15 Mei 2022

LIMA FAKTA MENARIK BUAH DUKU TANAMAN SERTA BUAHNYA

        Duku merupakan tanaman tropis beriklim basah berupa pohon yang berasal dari Malaysia dan Indonesia (Kalimantan Timur). Dari negara asalnya, duku menyebar ke Vietnam, Myanmar, dan India. Penyebaran duku sudah tersebar secara luas di seluruh pelosok nusantara. Duku berbuah enak bagi orang menyukainya dan juga ada yang kurang suka menyukainya. Dibalik itu semua terkandung manfaat-manfaat dari buah duku yang mungkin belum Nutrifans ketahui.

        Dilansir dari boldsky.com, Unpad Press, dan Hellosehat.com, lima fakta unik tentang buah dan tanaman duku:

1.   Kulit

Kulit buah duku biasanya setelah buah dimakan kulitnya dibuang begitu saja, tetapi ada fakta menarik loh. Yakni kulit dari buah duku bisa digunakan untuk mengasapi rumah dimalam hari sebagai repellent atau yang bias kita kenal obat nyamuk nah, di lansir dari Unpad Press kulit duku ampuh mengusir nyamuk. Untuk campurannya biasa memakai lagundi. Selain dapat mengusir nyamuk kulitnya juga dapat mengobati diare karena mengandung oleoresin.

2.   Biji

Bijinya yang hijau yang jikalau tergigit memiliki rasa pahit yang lumayan membuat lidah gemetar. Nah, dibalik rasa pahit tersebut biji duku kaya akan manfaat loh nutrifans yakni dapat menjadi obat cacing, obat disentri, dan demam malaria. Banyak bukan manfaatnya, cara pembuatannya juga cukup praktis, yakni dengan cara gerus biji buah duku sampai halus lalu tambahkan air lalu bisa langsung diminum.

3.   Buah duku bermanfaat mencegah sembelit

Salah satu masalah pencernaan yang sering masyarakat derita yakni sembelit, biasanya terjadi karena asupan serat yang kurang baik. Nah, salah satu cara untuk mencegah sembelit yakni mengkonsumsi buah duku.

4.   Daun buah duku bermanfaat sebagai antidioksidan

Kandungan buah duku memang sangat banyak. Nah, bagian dari tanaman ini pun tidak mau ketinggalan untuk memberi banyak manfaat, yakni bagian daun buah duku bermanfaat sebagai antioksidan yang menangkal zat-zat berbahaya dari lingkungan. Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Monash University Malaysia yang menyebut bahwa buah tropis seperti buah duku ini memiliki kandungan antidioksidan yang tinggi.

5.   Buah duku bermanfaat untuk merawat kulit

Selain mencegah berbagai penyakit, buah duku juga bisa buat kecantikan loh, Nutrifans, yaitu dapat merawat kulit. Bahkan dibeberapa perusahaan ada yang sudah menggunakan buah duku ini masuk sebagai campuran pembuatan skin care. Penelitian tersebut dilakukan oleh Martha Tilaar dan S.M. Wasitaatmadja, menunjukan bahwaa buah duku dapat melembapkan dan mencerahkan kulit.


DAFTAR PUSTAKA

Kemenkes RI, 2011, Diet Penyakit Ginjal Kronis. Infodatin. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI : Jakarta.

 Kemenkes RI, 2017, Situasi Penyakit Ginjal Kronis. Infodatin. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI : Jakarta.

Teti, Madania and Moh. Adam, 2019, Evaluasi Penggunaan Obat Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis Di Rsud Toto Kabila Periode 2017-2018. Jurnal Poltektegal. Vol 8 (2) 2019 pp 25-32.

Makassari Dewi, 2017. Kebijakan Transplantasi Ginjal Di Indonesia, Jurnal Badan penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Senin, 18 April 2022

IBU HAMIL TERKENA DIABETES? KOK BISA?

 

              
             Hai Nutrifans!!!

  Sudah pernah mendengarkah bahwa ibu hamil bisa terkena diabetes? Apakah bisa? Kira-kira kenapa, yah? Dan jika benar, bagaimanakah cara mencegahnya? Yuk, kita simak bersama.

Sebelum kita bahas lebih jauh, alangkah baiknya Nutrifans mengetahui terlebih dahulu apa itu diabetes mellitus. Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit sindroma metabolik yang ditandai dengan peningkatan pada gula darah yang diakibatkan oleh resistensi sekresi insulin, aktivitas kerja insulin atau keduanya. Menurut PERKENI (2011), karakteristik yang dapat memperkuat diagnosa dari diabetes mellitus ialah terjadinya peningkatan kadar gula darah sewaktu ≥200 mg/dl dan gula darah puasa sebesar ≥126 mg/dl yang disertai dengan beberapa gejala yaitu poliuria, polidipsia, dan polifagia.


 

Lalu, apa itu Diabetes Mellitus Gestasional (DMG)? Diabetes mellitus gestasional ialah suatu kejadian intoleransi glukosa yang terjadi atau dapat dijumpai pada masa kehamilan pertama kali dan biasanya akan hilang setelah menjalani persalinan bayi. Pada saat fase kehamilan normal, serangkaian kejadian hormonal berkontribusi pada terjadinya resistensi insulin. Penyebab DMG belum bisa diketahui secara pasti, tetapi faktor yang sering memicu ialah perubahan hormon pada saat hamil. Pada saat hamil, plasenta hormon akan memproduksi hormon tambahan seperti hormon estrogen, Human placenta lactogen (HPL), dan hormon yang dapat meningkatkan resistansi insulin. Seiring berjalannya waktu hormon-hormon tersebut akan meningkatkan dan mempengaruhi kinerja insulin.

Hasil dari berbagai prevalensi penelitian diabetes mellitus gestasional di Indonesia yang terjadi pada populasi kehamilan umum ialah sebesar 1,9-3,6%, pada kehamilan yang terjadi di kalangan ibu yang memiliki riwayat keluarga diabetes mellitus sebesar 5,1%. Pada wanita yang pernah mengalami penyakit diabetes mellitus gestasional pada pengamatan lanjut paska persalinan ialah sekitar 40-60% akan berpotensi mengidap Toleransi Glukosa Terganggu (TGT). Beberapa penelitian melaporkan 50% ibu hamil yang terkena diabetes gestasional akan mengalami diabetes mellitus tipe 2 dikemudian hari. Diabetes mellitus gestasional berdampak pada ibu dan neonatus, sehingga deteksi dini dan diagnosis dini sangat penting untuk dilakukan.

Lalu, kira-kira dampak apa yang dapat terjadi dari diabetes gestasional? Yuk, kita simak bersama kembali.

Diabetes mellitus gestasional dapat mengakibatkan komplikasi yang signifikan dan dapat berpotensi bagi ibu dan janin termasuk terjadinya preeklamsia, eklamsi, polihidramnion, makrosomia janin, trauma kelahiran, kelahiran operatif, komplikasi metabolik, dan kematian perinatal. DMG dapat meningkatkan mordibitas neonatus, yaitu seperti terjadinya hipoglikemia, ikterus, polisitemia, dan makrosomia. Hal ini dapat terjadi dikarenakan bayi dari ibu DMG mensekresi insulin lebih besar sehingga dapat merangsang pertubuhan bayi makromsia.

Terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa olahraga, seperti senam selama kehamilan dapat menurunkan kadar glukosa pada wanita dengan DMG dan juga menunjukkan terjadinya penurunan berat badan secara keseluruhan (1-2 kg) pada wanita dengan berat badan normal, kelebihan berat badan, dan obesitas. Senam hamil juga bermanfaat untuk mengurangi risiko obesitas gestasional, diabetes gestasional, dan komplikasi yang terkait. Selain itu, senam hamil juga dapat membantu menjaga kebugaran kardiovaskular dan pengkondisian fisik yang dibutuhkan untuk persalinan, serta mencegah dan meringankan kondisi muskuloskeletal seperti nyeri punggung dan panggul. 

Cara mendapatkan gizi seimbang saat kehamilan:

·         Makanlah dengan pola gizi seimbang dan bervariasi, 1 porsi lebih banyak dari sebelum hamil.

·         Tidak ada pantangan makanan selama hamil.

 ·         Cukupi kebutuhan air minum pada saat hamil (10 gelas/hari).

 ·         Jika mual, muntah dan tidak nafsu makan, maka pilihlah makanan yang tidak berlemak dalam porsi kecil tapi sering. Seperti buah, roti, singkong, dan biskuit.

     Nah, seperti itu Nutrifans penyakit diabetes mellitus yang terjadi pada ibu hamil yang dapat kita ketahui. Untuk itu, mari kita jaga pola hidup kita dengan menerapkan pola hidup bersih serta sehat dan membatasi konsumsi gula.

References

Ayatullah, H. (2018). FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIABETES GESTASIONAL PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS DAHLIA MAKASSAR TAHUN 2017. Jurnal Kesehatan Delia Pelamonia, Vo.2 No.1 Hal.30-35.

M.kes, D. d. (2017). GIZI PADA IBU HAMIL. Yogyakarta: Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Marcherya Atika, R. A. (2018). KHASIAT SENAM HAMIL SEBAGAI TERAPI PENCEGAHAN DIABETES MELITUS GESTASIONAL. Majority, Vol.7 No.2 Hal.273- 277.

Munawaroh Madinah, H. (2020). KONFIRMASI LIMA FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PENCEGAHAN DIABETES MELLITUS PADA IBU HAMIL. Jurnal Ilmiah Kesehatan, Vol. 19 No.1 Hal. 15-23.